Selasa, 24 Februari 2015

Sistem Saraf pada Manusia
Sistem saraf merupakan salah satu sistem koordinasi yang bertugas menyampaikan rangsangan dari reseptor untuk dideteksi dan direspon oleh tubuh. Sistem saraf memungkinkan makhluk hidup tanggap dengan cepat terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan luar maupun dalam.
Untuk menanggapi rangsangan, ada tiga komponen yang harus dimiliki oleh sistem saraf, yaitu:
  • Reseptor, adalah alat penerima rangsangan atau impuls. Pada tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor adalah organ indera.
  • Penghantar impuls, dilakukan oleh saraf itu sendiri. Saraf tersusun dari berkas serabut penghubung (akson). Pada serabut penghubung terdapat sel-sel khusus yang memanjang dan meluas. Sel saraf disebut neuron.
  • Efektor, adalah bagian yang menanggapi rangsangan yang telah diantarkan oleh penghantar impuls. Efektor yang paling penting pada manusia adalah otot dan kelenjar
1. Sel Saraf (Neuron)
Sistem saraf terdiri atas sel-sel saraf yang disebut neuron. Neuron bergabung membentuk suatu jaringan untuk mengantarkan impuls (rangsangan). Satu sel saraf tersusun dari badan sel, dendrit, dan akson.

a. Badan sel
Badan sel saraf merupakan bagian yang paling besar dari sel saraf. Badan sel berfungsi untuk menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson. Pada badan sel saraf terdapat inti sel, sitoplasma, mitokondria, sentrosom, badan golgi, lisosom, dan badan nisel. Badan nisel merupakan kumpulan retikulum endoplasma tempat transportasi sintesis protein.
b. Dendrit
Dendrit adalah serabut sel saraf pendek dan bercabang-cabang. Dendrit merupakan perluasan dari badan sel. Dendrit berfungsi untuk menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel.
c. Akson
Akson disebut neurit. Neurit adalah serabut sel saraf panjang yang merupakan perjuluran sitoplasma badan sel. Di dalam neurit terdapat benang-benang halus yang disebut neurofibril. Neurofibril dibungkus oleh beberapa lapis selaput mielin yang banyak mengandung zat lemak dan berfungsi untuk mempercepat jalannya rangsangan. Selaput mielin tersebut dibungkus oleh sel-sel sachwann yang akan membentuk suatu jaringan yang dapat menyediakan makanan untuk neurit dan membantu pembentukan neurit. Lapisan mielin sebelah luar disebut neurilemma yang melindungi akson dari kerusakan. Bagian neurit ada yang tidak dibungkus oleh lapisan mielin. Bagian ini disebut dengan nodus ranvier dan berfungsi mempercepat jalannya rangsangan.
Ada tiga macam sel saraf yang dikelompokkan berdasarkan struktur dan fungsinya, yaitu:
1) Sel saraf sensorik, adalah sel saraf yang berfungsi menerima rangsangan dari reseptor yaitu alat indera.
2) Sel saraf motorik, adalah sel saraf yang berfungsi mengantarkan rangsangan ke efektor yaitu otot dan kelenjar. Rangsangan yang diantarkan berasal atau diterima dari otak dan sumsum tulang belakang.
Perbedaan struktur dan fungsi dari ketiga jenis sel saraf tersebut lebih jelasnya bisa dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel Perbedaan sel saraf sensorik, penghubung, dan motorik
No Pembeda Sensorik Penghubung Motorik
1 Ukuran Dendrit Panjang Pendek Pendek
2 Ukuran Neurit Panjang Pendek Panjang
3 Fungsi Dendrit Menerima rangsangan dari reseptor Menerima dan merusak rangsangan Menerima rangsangan dari sel saraf lain
5 Fungsi Neurit Meneruskan rangsangan ke sel saraf lain Menerima dan meneruskan rangsangan Meneruskan rangsangan ke efektor
3) Sel saraf penghubung Sel saraf penghubung adalah sel saraf yang berfungsi menghubungkan sel saraf satu dengan sel saraf lainnya. Sel saraf ini banyak ditemukan di otak dan sumsum tulang belakang. Sel saraf yang dihubungkan adalah sel saraf sensorik dan sel saraf motorik.
Saraf yang satu dengan saraf lainnya saling berhubungan. Hubungan antara saraf tersebut disebut sinapsis. Sinapsis ini terletak antara dendrit dan neurit. Bentuk sinapsis seperti benjolan dengan kantung-kantung yang berisi zat kimia seperti asetilkolin (Ach) dan enzim kolinesterase.  Zat-zat tersebut berperan dalam mentransfer impuls pada sinapsis.
2. Impuls
Impuls adalah rangsangan atau pesan yang diterima oleh reseptor dari lingkungan luar, kemudian dibawa oleh neuron. Impuls dapat juga dikatakan sebagai serangkaian pulsa elektrik yang menjalari serabut saraf. Contoh rangsangan adalah sebagai berikut.
a. Perubahan dari dingin menjadi panas.
b. Perubahan dari tidak ada tekanan pada kulit menjadi ada tekanan.
c. Berbagai macam aroma yang tercium oleh hidung.
d. Suatu benda yang menarik perhatian.
e. Suara bising.
f. Rasa asam, manis, asin dan pahit pada makanan.
Impuls yang diterima oleh reseptor dan disampaikan ke efektor akan menyebabkan terjadinya gerakan atau perubahan pada efektor. Gerakan tersebut adalah sebagai berikut.
a. Gerak sadar
Gerak sadar atau gerak biasa adalah gerak yang terjadi karena disengaja atau disadari. Impuls yang menyebabkan gerakan ini disampaikan melalui jalan yang panjang. Bagannya adalah sebagai berikut.

b. Gerak refleks
Gerak refleks adalah gerak yang tidak disengaja atau tidak disadari. Impuls yang menyebabkan gerakan ini disampaikan melalui jalan yang sangat singkat dan tidak melewati otak. Bagannya sebagai berikut.
Contoh gerak refleks
adalah sebagai berikut.
☯ Terangkatnya kaki jika terinjak sesuatu.
☯ Gerakan menutup kelopak mata dengan cepat jika ada benda asing yang masuk ke mata.
☯ Menutup hidung pada waktu mencium bau yang sangat busuk.
☯ Gerakan tangan menangkap benda yang tiba-tiba terjatuh.
☯ Gerakan tangan melepaskan benda yang bersuhu tinggi.
3. Susunan Sistem Saraf
Di dalam tubuh kita terdapat miliaran sel saraf yang membentuk sistem saraf.  Sistem saraf manusia tersusun dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Sedangkan sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom.
a. Sistem saraf pusat
1) Otak

Otak merupakan alat tubuh yang sangat penting dan sebagai pusat pengatur dari segala kegiatan manusia. Otak terletak di dalam rongga tengkorak, beratnya lebih kurang 1/50 dari berat badan. Bagian utama otak adalah otak besar (Cerebrum), otak kecil (Cerebellum), dan batang otak.
Otak besar merupakan pusat pengendali kegiatan tubuh yang disadari. Berpikir, berbicara, melihat, bergerak, mengingat, dan mendengar termasuk kegitan tubuh yang disadari. Otak besar dibagi menjadi dua belahan, yaitu belahan kanan dan belahan kiri.
Masing-masing belahan pada otak tersebut disebut hemister. Otak besar belahan kanan mengatur dan mengendalikan kegiatan tubuh sebelah kiri, sedangkan otak belahan kiri mengatur dan mengendalikan bagian
tubuh sebelah kanan.
Otak kecil terletak di bagian belakang otak besar, tepatnya di bawah otak besar. Otak kecil terdiri atas dua lapisan, yaitu lapisan luar berwarna kelabu dan lapisan dalam berwarna putih. Otak kecil dibagi menjadi dua bagian, yaitu belahan kiri dan belahan kanan yang dihubungkan oleh jembatan varol. Otak kecil berfungsi sebagai pengatur keseimbangan tubuh dan mengkoordinasikan kerja otot ketika seseorang akan melakukan kegiatan.
Batang otak tersusun dari medula oblangata, pons, dan otak tengah. Batang otak terletak di depan otak kecil, di bawah otak besar, dan menjadi penghubung antara otak besar dan otak kecil. Batang otak disebut dengan sumsum lanjutan atau sumsum penghubung. Batang otak terbagi menjadi dua lapis, yaitu lapisan dalam dan luar berwarna kelabu karena banyak mengandung neuron. Lapisan luar berwarna putih, berisi neurit dan dendrit. Fungsi dari batang otak adalah mengatur refleks fisiologis, seperti kecepatan napas, denyut jantung, suhu tubuh, tekanan, darah, dan kegiatan lain yang tidak disadari.
Fungsi Otak kiri dan otak kanan berbeda, dapat dilihat pada gambar berikut ini

2) Sumsum tulang belakang
Sumsum tulang belakang terletak memanjang di dalam rongga tulang belakang, mulai dari ruas-ruas tulang leher sampai ruas-ruas tulang pinggang yang kedua. Sumsum tulang belakang terbagi menjadi dua lapis, yaitu lapisan luar berwana putih dan lapisan dalam berwarna kelabu. Lapisan luar mengandung serabut saraf dan lapisan dalam mengandung badan saraf.
Di dalam sumsum tulang belakang terdapat saraf sensorik, saraf motorik, dan saraf penghubung. Fungsinya adalah sebagai penghantar impuls dari otak dan ke otak serta sebagai pusat pengatur gerak refleks.
b. Sistem Saraf Tepi
Sistem saraf tepi tersusun dari semua saraf yang membawa pesan dari dan ke sistem saraf pusat. Kerjasama antara sistem pusat dan sistem saraf tepi membentuk perubahan cepat dalam tubuh untuk merespon rangsangan dari lingkunganmu. Sistem saraf ini dibedakan menjadi sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom.
1) Sistem saraf somatis
Sistem saraf somatis terdiri dari 12 pasang saraf kranial dan 31 pasang saraf sumsum tulang belakang. Kedua belas pasang saraf otak akan menuju ke organ tertentu, misalnya mata, hidung, telinga, dan kulit. Saraf sumsum tulang belakang keluar melalui sela-sela ruas tulang belakang dan berhubungan dengan bagian-bagian tubuh, antara lain
kaki, tangan, dan otot lurik. Saraf-saraf dari sistem somatis menghantarkan informasi antara kulit, sistem saraf pusat, dan otot-otot
rangka. Proses ini dipengaruhi saraf sadar, berarti kamu dapat memutuskan untuk menggerakkan atau tidak menggerakkan bagian-bagian tubuh di bawah pengaruh sistem ini.
Contoh dari sistem saraf somatis adalah sebagai berikut.
  • Ketika kita mendengar bel rumah berbunyi, isyarat dari telinga akan sampai ke otak. Otak menterjemahkan pesan tersebut dan mengirimkan isyarat ke kaki untuk berjalan mendekati pintu dan mengisyaratkan ke tangan untuk membukakan pintu.
  • Ketika kita merasakan udara di sekitar kita panas, kulit akan menyampaikan informasi tersebut ke otak. Kemudian otak  mengisyaratkan pada tangan untuk menghidupkan kipas angin.
  • Ketika kita melihat kamar berantakan, mata akan menyampaikan informasi tersebut ke otak, otak akan menterjemahkan informasi tersebut dan mengisyaratkan tangan dan kaki untuk bergerak membersihkan kamar.
2) Sistem saraf otonom
Contohnya apabila kita kejatuhan cicak, kita merasa kaget ketakutan, dan menjerit keras. Jantung berdetak dengan cepat. Pikiran kacau. Reaksi yang membuat respon dalam situasi ketakutan ini dikontro oleh sistem saraf otonom. Sistem saraf otonom mengatur kerja jaringan dan organ tubuh yang tidak disadari atau yang tidak dipengaruhi oleh kehendak kita. Jaringan dan organ tubuh diatur oleh sistem saraf otonom adalah pembuluh darah dan jantung. Sistem saraf otonom terdiri atas sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik.
Sistem saraf simpati disebut juga sistem saraf torakolumbar, karena saraf preganglion keluar dari tulang belakang toraks ke-1 sampai dengan ke-12. Sistem saraf ini berupa 25 pasang ganglion atau simpul saraf yang terdapat di sumsum tulang belakang yang terletak di sepanjang tulang belakang sebelah depan, dimulai dari ruas tulang leher sampai tulang ekor. Masing-masing simpul saraf dihubungkan dengan sistem saraf spinal yang keluar menuju organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, ginjal, pembuluh darah, dan pencernaan. Fungsi dari sistem saraf simpatik adalah sebagai berikut.
  • Mempercepat denyut jantung.
  • Memperlebar pembuluh darah.
  • Memperlebar bronkus.
  • Mempertinggi tekanan darah
  • Memperlambat gerak peristaltis.
  • Memperlebar pupil.
  • Menghambat sekresi empedu.
  • Menurunkan sekresi ludah.
  • Meningkatkan sekresi adrenalin
Sistem saraf parasimpatik disebut juga dengan sistem saraf kraniosakral, karena saraf preganglion keluar dari daerah otak dan daerah sakral. Susunan saraf parasimpatik berupa jaring-jaring yang berhubung-hubungan dengan ganglion yang tersebar di seluruh tubuh. Saraf parasimpatetik menuju organ yang dikendalikan oleh saraf simpatetik, sehingga bekerja pada efektor yang sama. Urat sarafnya menuju ke organ tubuh yang dikuasai oleh susunan saraf simpatik. Sistem saraf parasimpatik memiliki fungsi yang berkebalikan dengan fungsi sistem saraf simpatik. Misalnya pada sistem saraf simpatik berfungsi mempercepat denyut jantung, sedangkan pada sistem saraf parasimpatik akan memperlambat denyut jantung.
Tabel Perbedaan Fungsi sistem saraf simpatetik dan parasimpatetik.
Saraf Simpatik Saraf Parasimpatik
Memperlebar pembuluh darah. Memperkecil pembuluh darah.
Mempercepat denyut jantung. Memperlambat denyut jantung.
Memperlebar pupil mata. Memperkecil pupil mata.
Mempertinggi tekanan darah. Memperendah tekanan darah.
Meningkatkan pernapasan. Mengurangi pernapasan.
Meningkatkan kadar gula dalam darah. Mengurangi kadar gula dalam darah.
Mengerutkan limpa. Mengembangkan limpa.
4. Kelainan pada Sistem Saraf
Sistem saraf dapat mengalami gangguan atau kelainan. Beberapa contoh gangguan pada sistembuh) saraf manusia adalah sebagai berikut.
a. Epilepsi, merupakan kelainan pada sel-sel saraf di otak sehingga penderita tidak dapat merespon berbagai rangsangan. Otot-otot rangka penderita sering berkontraksi secara tidak terkontrol. Epilepsi dapat disebabkan karena cacat sejak kelahiran, kelainan metabolisme, infeksi, adanya racun yang merusak sel-sel saraf, kecelakaan pada kepala, dan tumor.
b. Neuritis, adalah luka pada neuron atau sel-sel saraf. Disebabkan oleh infeksi, kekurangan vitamin, karena pengaruh obat-obatan dan racun.
c. Amnesia, atau penyakit lupa, yaitu sulit mengingat kejadian-kejadian yang telah berlalu. Amnesia dapat disebabkan karena goncangan batin atau cidera pada otak.
d. Strok, adalah kerusakan otak akibat pecah, penyempitan, atau tersumbatnya pembuluh darah di otak. Strok sering terjadi pada orang yang menderita tekanan darah tinggi.

Kamis, 05 Februari 2015

Kenapa Memilih keperawatan, padahal ….. emmmbbbbbbb ……!!!!!
























Assalamualaikum Wr Wb
c1cfea6aca1fbd727680ed2e86c14819
Kali ini kita akan membaas tentang alasan mengapa saya memilih profesi menjadi perawat padahal kenyataannya sangat berbeda dengan harapan…….???? kenapa ya……
Dibawah ini ada beberapa komentar dari RizkyPribadi yang saya kutip tentang kenyataan tugas perawat di rumah sakit. Dan di akhir tulisan mari kita renungkan….
Setiap hari mengurusi kebutuhan dasar pasien khususnya (BAK, BAB)  / Kadang orang bilang kok mau ngurusin kerjaan kaya gituaan, itukan bau, kotor,  menjijikan kok mau sih?Setiap hari menunggu dokter visite, lalu menyiapkan dokumen status pasiennyadengan detail sampai status pasiennya kita buka satu-persatu dan di jajarkan rapi baris-berbaris di mejas upaya tidak kena “semprit” sang dokter sampai bukti jasa visitenya pun di siapkan / Kadang orang bilang kok mau ngurusin kerjaan kaya gituaan, bukannya perawat itu “Mitradokter”  yah ?.
angel 
  • Setiap hari memberikan obat-obatan medis kepada pasien sesuai dengan intruksi dokternya / Kadang orang bilang, kerjaan perawat kok cuma beri obat-obatan intruksi dari dokter saja, tugas mandiri perawatnya apa ya?
  • Setiap hari 24 jam di samping pasien dan sering pasien bilang, Suster kok dokternya belum datang-datang sih, kapan datangnya ya / Kadang orang, bilang kok mau sih ga di “kangenin” pasiennya, belum pernah saya denger loh dari pasien yang bilang, “dok, susternya mana yah”? nah loh.
  • Setiap hari melakukan tindakan dan melakukan pemasangan alat-alat invasive / Kadang orang  bilang, kok ada ya pekerjaan yang beresiko tapi reward dan royaltynya ga jelas gitu, apalagi perlindungan hukumnya ga jelas banget, anehkan?.
  • Setiap hari setiap ada dokter selalu bilang “Dok”, belum pernah bilang bapak or ibu / Kadang orang bilang, kok ke profesi lain bisa yah, tapi ke sesama profesi perawat manggilnya jarang terdengar tuh nama Zuster, Bruder atau Ners. Kenapa yah ?
  • Setiap hari melipat kassa steril, membuat deeper dsb / Kadang orang bilang, multi-talent ya perawat, kenapa ga di urus sama orang lain sih ?.
  • Setiap hari beres-beres, angkat-angkat, sapu-sapu, lap-lap, cuci-cuci, bikin laporan stok obat, cek alkes, cek AC, cek linen, input data, input jasa dll/ Kadang orang bilang, bener-bener multi-talent kerja perawat, double job ya, apa kerja sampingannya ? pasti gajinya double juga ? Nah lohh.
  • Setiap kali ada tindakan Cito, Perawat lagi dalam kondisi apapun, dan sedang dimana pun meluncur dengan cepat dan penuh semanga sampai ke TKP. Walaupun di jalankebut-kebutan berjibaku dengan kemacetan dan endingnya sudah tahu kalo bayarannya tidak sebanding dengan pengorbanannya / Kadang orang bilang, tuh kan kok tetap mau jadi perawat sih??.
(By. RizkyPribadi:kompasiana.com)
24eace2e7753ffd1ef37b5a3d85afe3e_(1)
Dan akhirnya timbul lah suatu pemikiran bahwa kita bekerja bukan hanya demi komersil atau uang saja. Kesembuhan pasien dan senyum pasien saat sudah sehatlah yang menjadikan tingkat sosial dan pahala buat kita bekerja. Kita akan terbiasa bekerja dengan niat ibadah dan itulah yang bisa membuat kita tenang dan bahagia….
so jangan salah menilai perawat ya…….. nurse is a angle…….!!!!!!agree……!!!!

Nurse_Front Maternity-Nurse-CVs

Kamis, 17 Oktober 2013

PENGANTAR ANANTOMI DAN FISIOLOGI MANUSIA

sikap anatomi adalah suatu keadadan ketika tubuh berdiri tegak menghadap ke depan ,tangan dan kaki dirapatkan  (seperti dalam keadaan bersiap)

Istilah umum anataomi-fisiologi

dalam ilmu kedokteran dan keperawatan digunakan bahasa persatuan untuk menyatakan penyakit dan nama dari alat-alat tubuh dalam bahsa latin, suatu hal yang penting dan harus di perhatikan karena setiap nama latin ada artinya. oleh sebab itu harus mengerti maksud dari perkataan itu sehingga dapat di hubungkan dengan alat yang sesuai dengan nama itu.

Kata benda untuk menyatakan bangunan yang menonjol

epikondilus : benjolan buku tulang yang bukan persendian
kondilus      : buku tulang (tonjolan bulat diujung tulang) merupakan bagian dari sendi
krista           : penonjolan berbentukgaris yang lebar (tepi tulang) terdapat diantara dua buah tulang
linea            : penonjolan tulang berbentuk garis yang rata
pekton         : pinggir atau balung
prosesus      : taju (penonjolan tulang) yang agak tajam
tuberkulum : penonjolan tulang berbentuk bulat kecil
tuberositas  : penonjolan tulang berbentuk bulat bsar

Kata benda yang menyatakan bangun lengkung

fossa     : lengkuk tulang yang luas pada permukaan tulang
fossula  : lengkuk tulang yang kecil pada permukaan tulang
fovea     : lengkuk tulang yang agak rata
foveola  : lengkuk kecil yang agak rata pada tulang
insisura  : takik berbentuk huruf V
sulkus    : alur/celah yang memanjang terhadap pada tulang

Kata benda yang menyatakan lubang, saluran, atau ruangan 

apertura : pintu atau bolongan
duktus     : lubang atau buluh
fissura     : celah atau retak
foramen  : lubang bulat tempat pembuluh darah dan saraf
kanalis    : lubang berbentuk saluran
kavum    : rongga atau ruangan
meatus   : liang atau pintu saluran
seliula     : ruang kecil

Kata sifat yang menyatakan arah

dorsalis/posterior : lebih kebelakang/bagian belakang
kaudalis               : lebih dekat/berhubungan dengan ekor
kranialis               : lebih dekat/berhubungan dengan kepala
lateralis                : lebih jauh dari garis tengah
medialis               : lebih dekat pada garis tengah
ventralis/anterior  : lebih kedepan/bagian depan

Kata sifat yang menyatakan bidang

frontal/koronal : bidang yang tegak lurus pada bidang sagital dan sejajar dengan permukaan perut/permukaan                          dahi
median            : bidang tengah, bidang yang membagi tubuh menjadi dua bagian yang hampir sama
sagital             : bidang yang sejajar dengan median
transversal      : bidang melintang tegak lurus pada arah panjang badan

Kata sifat untuk menyatakan arah

anterior       : ke arah depan
distal           : lebih dekat dengan ujung anggota
dorsal          : ke arah belakang
inferior        ; ke arah bawah tubuh yang berdiri
kaudal         : ke arah ekor
kranial         : ke arah kepala
lateral          : ke arh samping/menjauhi tengah
longitudinal : membujur/ke arah ukuran panjang
medial         : ke arah tengah menujub bidang median
perifer         : menuju permukaan tubuh
plantar         : ke arah telapak kaki
posterior      : ke arah belakang
radialis         : sebelah arah tulang pengupil
superior        : ke arah atas tubuh yang berdiri
transversal    : melintang
uinarus          : sebelah arah tulang hasta
ventral           : ke arah depan/abdomen
volaris            : ke arah telapak tangan

Menurut daerah dalam tubuh
epigastrik                  : daerah ilu hati,bagian tengah atas perut
hipogastrika              : bagian bawah perut
hipokondrial dekstra :daerah samping atas perut sebelah kanan
hipokondrial sinitra   : daerah samping atas perut sebelah kiri
ileum dekstra             : daerah tulang usus kanan
ileum sinitra               : daerah tulang usus kiri
lumbal dekstra           : pinggang kanan
lumbal sinitra             : pinggang kiri
umbilikius                  : pusar

Arah pergerakan
abduksio             :menjauhkan dari tubuh
adduksio             :mendekat /menuju tubuh
ekstensio             :meluruskan kembali
fleksio                 :melipat /membongkokkan  
rotasio                 :gerakan paksi atau memutar
sirkumdaksio      :gerakan sirkulasi

Istilah penting lain
abdomen            :rongga perut
ante brakhii        :lengan bawah
brakhium            :lengan atas
Breve                  :pendek
dekstra                :bagian kanan
ekstremitas          :anggota gerak
eksternus             :bagian luar
falangus               :jari-jari/ruas jari
femoris                :tungkai atas
internus                :bagian dalam
kaput                    :kepala
kauda                   :ekor
kolum                  :leher
korpus                  :badan
kruris                    :tungkai bawah    

Sabtu, 31 Agustus 2013

ETIKA KEPERAWATAN

HAK-HAK PASIEN
(menurut league for nursing,1997)
-hak memperoleh asuhan kesehatan sesuai standart profesional tanpa memandang tatanan kesehatan yang
 ada
-hak untuk diperlakukan secara sopan dan santun,serta keramahn dari perawat yang bertugas tanpa
 membedakan ras,warna kulit derajat di masyarakat jenis kelamin,kebangsaan,politis,dsb
-hak memperoleh informasi tentang diagnosis pengobatan, termasuk alternatif asuhan yang di berikan ,risiko
 yang mungkin terjadi agar pasien dan keluarganya memahami dan dapat memberikan persetujuan atas
 tindakan medis yang akan di lakukan terhadap nya
-hak legal untuk berpatisipasi dalam pembuatan keputusan tentang asuhan keperawatan yang akan di berikan
 kepadanya
-hak menolakobservasi dari tim kesehatan yang tidak langsung terlibat dalam asuhan kesehatan nya
-hak mendapatkan privasi selama wawancara,pemeriksaan kesehatan,dan pengobatan
-hak mendapatkan privasi untuk berkomunikasi dan menerima kunjungan dari orang yang benar-benar di
 setujui
-hak menolak pengobatan atau partisipasi dalam pelaksanaan penelitian dan eksperimenyang dilakukan
 tanpa jaminan hukum bila terjadidampak yang merugikan
-hak terhadap koordinasi dan asuhan kesehatan yang berkelanjutan
-hak menerima pendidikan/intruksi yang tepat dari petugas kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan
 tentang kebutuhan kesehatan dasar secara optimal
-hak kerahasiaan terhadap dokumen serta hasil komunikasi,baik secara lisan maupun tulisan yang di berikan
 kepada petugas kesehatan,kecuali untuk kepentingan umum

HAK PERAWAT
-perawat berhak untuk mendapatkan perlindungan hukum dalammelaksanakan tugas sesuai dengan
 profesinya
-perawat berhak untuk mengembangakan diri melalui kemampuan spesialisasi sesuai dengan latar belakang
 pendidikan nya
-perawat berhak untuk menolak keinginan pasien yang bertentangan dengan peraturan perundang-
 undangan,serta standart dan kode etik profesi
-perawat berhak untuk mendapat kan informasi lengkap dari pasien atau keluarganya tentang keluhan
 kesehatan dan ketidak puasannya terhadap pelayanan yang di berikan
-perawat berhak untuk meningkat kan IPTEK berdasarkan perkembangan IPTEK dalam bidang
 keperawatan/kesehatan secara terus menerus
-perawat berhak untuk diperlukan secara adil dan jujur oleh institusi pelayanan maupunoleh pasien/klien
-perawat berhak mendapatkan jaminan perlindungan terhadap risiko kerja yang dapat menimbulkan bahaya
 fisik maupun stres emosional
-perawat berhak diikutsertakan dalam penyusunan dan penetapan kebijaksanaan pelayanan kesehatan
-perawat berhak untuk menolak dipindahkan ketempat tugas lain,baik melalui anjuran atau pengumuman
 tertulis karena di perlukan untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan standart profesi atau kode
 etik keperawatan atau peraturan perundang-undangan lain nya
-perawat berhak untuk mendapatkan penghargaan dan imbalan yang layak dari jasa profesi yang di berikan
 berdasarkan perjanjian atau ketentuan yang berlaku diinstitusi pelyanan yang bersangkutan
-perawat berhak untuk memperoleh kesempatan mengembangkan  karir sesuai dengan bidang profesinya

KEWAJIBAN PERAWAT
-perawat wajib  mematuhi semua peraturan institusi yang bersengkutan
-perawat wajib memberikan pelayanan atau asuhan keperawatan sesuai dengan standart profesi dan
 batas-batas penggunaan nya
-perawat wajib menghormati hak-hak pasien/klien
-perawat wajib merunjuk pasien kepada perawat atau tenaga kesehatan lain yang mempunyai keahlian atau
 kemampuan yang lebih baik,bila yang bersangkutan  tidak dapat mengatasinya sendiri
-perawat wajib memberikan  kesempatan kepada pasien/ klien untuk berhubungan dengan keluarga
 nya,sepanjang tidak bertentangan dengam peraturan atau standarat profesi yang ada
-perawat wajib memberikan kesempatan kepada pasien/klien untuk menjalankan ibadah nya sesuai dengan
 agama atau kepercayaan masing-masing sepanjang tidak mengganggu pasien yang lain
-perawat wajib berkolaborasi dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan terkait lain nya dalam
 memberikan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada pasien/klien
-perawat wajib memberikan informasi yang akurat tentang tindakan keperawatan yang di berikan kepada
 pasien/klien dan atau keluarganya sesuai dengan batas kemampuan nya
-perawat wajib meningkat kan mutu pelayanan keperawatan sesuai dengan standart profesi keperawatan
 demi kepuasan pasien/klien
-perawat  wajib membuat dokumentasi asuhan keperawatan  secara akurat dan kesinambungan
-perawat wajib mengikuti  perkembangan IPTEK keperawatan atau kesehatan secara terus menerus
-perawat wajib melakukan pelayanan darurat  sebagai tugas kemanusiaan  sesuai dengan batas-batas
 kewenangan nya
-perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang di ketahuinya tentang klien/pasien,kecuali jika di minta
 keterangan oleh pihak yang berwenang
-perawat wajib mematuhi hal-hal yang telah disepakati atau perjanjian yang telah di buat sebelum nya
 terhadap institusi tempat bekerja

Rabu, 28 Agustus 2013

ETIKA
a.menjelaskan penting nya etika dan hukum keperawatan dalam melaksanakan tugas
b.melakukan perilaku kinerja asisten
c.peralatan sesuai dengan etika dan hukum keperawatan

ETIKA KEPERAWATAN

pengertian etika adalah kode perilaku ,peraturan,prinsip untuk menilai apakah suatu perbuatan itu baik dan tidak baik,etis dan tidak etis

etiket/adat adalah merupakan sesuatu yang dikenal,diketahui,serta menjadi suatu kebiasaan di masyarakat

moral adalah perilaku yang di harapkan oleh masyarakat yang merupakan standart perilaku dan nilai yang harus di perhatikan bila seseorang menjadi anggota masyarakat tempat ia tinggal

kode etik keperawatan adalah kumpulan norma dan etika keperawatan yang tertulis sebagai dasar setiap anggota profesi dalam penerapan praktik keprofesinya

etika keperawatan adalah seperangkat tingkah laku agar perawat dapat berhubungan di lingkungan klien,keluarga dan masyarakat

TUJUAN ETIKA PROFESI:
-menjadi dasar untuk mengukur hubungan antara perawat dengan klien,perawat dengan masyarakat antar
 sesama profesi
-menjadi landasan dalam menetapkan kurikulum pendidikan profesional
-menjadi dasar untuk perlindungan perawat dalam praktek
-membantu masyarakat memahami perilaku keperawatan
-menjadi kewajiban profesi keperawatan itu sendiri untuk secara terus menerus mengembang kan etika
 profesinya
-memahami loyalitas anggota terhadap profesi
-menjadi wasiat bagi anggota profesi yang bertindak kurang profesional

MASALAH ETIKA KEPERAWATAN
-konflik peran antara nilai profesional dan nilai personal
-masalah antara sejawat dan profesi lain
-masalah antara perawat dan klien,perawat dengan keluarga dan perawat dengan masyarakat
-masalah perawat dan lembaga pelayanan kesehatan
-masalah konflik tanggung jawab

MENURUT PROF. AMAN AMIN
"etika sebagai pendorong kehendak untuk berbuat baik, akan tetapi tidak selalu berhasil kalau tidak ditaati oleh kesucian manusia".

ETIKA KEPERAWATAN
-di mengerti
-dihayati

KONSEP PROFESI TERKAIT ERAT DENGAN 3 NILAI SOSIAL,ANTARA LAIN:
-pengetahuan yang mendalam dan sistematik
-keterampilan teknis dan kiat yang di peroleh melalui latihan lama dan teknis
-memberikan pelayanan asuhan kepada yang memerlukan berdasarkan ilmu pengetahuan dan keterampilan
 tehnis tersebut berpedoaman pada etika profesi

PENERAPAN KODE ETIK KEPERAWATAN:
-mempraktekkan profesi secara integritas
-taat pada profesi lain yang menjadi mitra kerja dan kepada klien
-memperkenalkan otonomi pekerjaan dan tetap berada dalam daerah pekerjaan yang menjadi wewenang
 nya
-menguasai penampilan kerja dalam tugas nya dan trampil dalam pelaksanaan pelayanan
-tidak ada tugas yang di tunda demi kesejahteraan dan kenyamanan klien
-menerima keuangan untuk imbalan jaga hanya yang sesuai dengan perjanjian atau peraturan
-memegang teguh rahasia klien,orang lain yang di percaya kepada nya
-turut bertanggung jawab akan pemenuhan kebutuhan kesehatan klien
-melaksanakan advis dokter atau tim/perawat lain dimana ia bekerja
-menghindari percakapan  tentang penyakit orang lain/perilaku orang lain
-memberikan obat hanya berdasarkan pesan dari  atau pelimpahan dari dokter
-menghargai hakekat pakaian seragam, tidak memakainya di tempat umum
-menghargai kepercayaan atau agama klien
-melaksanakan peraturan yang di tetapkan dan yang telah di setujui dalam dalam hubngan orang lain
-tidak memperkenalkan dirinya melalui advertensi atau secara komersial lain nya
-menjadi anggota dan organisasi profesi sebagai wadah anggota profesi dan membina perkembangan profesi
-menjadi warga masyarakat institusi,warga almamater,warga masyarakat dan warga negra yang baik 


Kamis, 14 Juni 2012

SUNAN AMPEL (seri 3)

SUNAN Ampel benar-benar sudah diyakini oleh semua peneliti sejarah, “bukan orang Jawa”. Ia adalah pendatang dari Campa atau Cempa atau Jeumpa. Masih belum jelas, di mana tepatnya. Bahkan juga disebutkan bahwa Sunan Ampel, berdarah Arab dan keturunan Cina.
Selain itu semua, ada lagi kisah tentang nasab atau garis keturunan Sunan Ampel. Dalam Babad Tanah Jawi- Galuh Mataram, versi Soewito Santoso, menegaskan bahwa Sunan Ampel berasal dari Arab dan masih keturunan Nabi Muhammad SAW (Shalallahu ‘Alaihi Wasallam).
Azzumardi Azra dalam bukunya “Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII, Melacak Akar-akar Pembaruan Pemikiran Islam di Indonesia, 1994,halaman 30, bahwa ayah Sunan Ampel orang Arab bukan sekadar “tutur tinular”, melainkan ada beberapa sumber tertulis yang mendukung. Pendapat umum tersebut juga dikuatkan oleh keterangan GWJ Drewes di depan rektor dan para dosen IAIN Kalijaga Jogjakarta, 21 November 1971, sebagaimana diberitakan pada Bulletin Antara, terbitan LKBN Antara, edisi pagi, 22 November 1971, halaman 1.
Salah satu bangsa di dunia yang senang dan paling rajin mencatat nasab dan silsilah adalah Bangsa Arab, terutama kaum Alawiyyin. Ini karena ciri khas kaum ini yang bangga dan hormat terhadap orang tua dan leluhurnya. Kabilah Arab menyusun cacatan silsilah ini dengan rapi. Syekh Al-Fadil wa al-Tahrir al-Kamil Abi al-Faus al-Bagdadi yang biasa disebut al-Syuwaidiy dalam bukunya: “Sabaik al-Zahab fi Ma’rifati Qabail al-Arab, menulis tentang silsilah dan pecahan kabilah di Arab perantau sampai ke India.
Dalam kitab itu juga diuraikan tentang garis keturunan Nabi Muhammad SAW ke Siti Fatimah yang menjadi penyebar agama Islam sampai ke Timur Jauh, yakni: India, Kamboja, Siam, Annam, Malaysia dan Indonesia.
Dalam beberapa silsilah Nabi Muhammad yang kemudian sampai ke Sunan Ampel, terungkap pada Serat Babad Para Wali Tanah Jawa sebagai versi pertama, silsilah dari 1’Nabi Muhammad terus ke generasi 2.Sayyidah Siti Fatimah az-Zahra + Sayyidina Ali bin Abi Thalib, terus ke 3.Husein — 4.Ali Zainal Abidin — 5.Muhammad al-Baqir — 6.Ja’far Shadiq — 7.Ali — 8.Muhammad — 9.Isa — 10.Ahmad Muhajir — 11.Ubaidullah — 12.Alwi — 13.Muhammad — Alwi — Ali Khaliq — Muhammad — Alwi — Abdul Malik — Abdullah Khan — Ahmad Jamaluddin — Jamaluddin Akbar — Ibrahim dan terus ke Raden Rahmat.
Versi kedua, dari Nabi Muhammad terus ke Siti Fathimah az-Zahra + Sayyidina Ali bin Abi Thalib — S.Husain — Ali Zainal Abidin (wali di Mindanau, Filipina) — Zainal Alim — Zainal Kabir — Zainal Husain — Jumadil Kubra — Ibrahim Asmara dan Raden Rahmat.
Versi ketiga, urutan nasab Syarif Muhammad bin Ali Zainal Abidin, yaitu: dari 1.Nabi Muhammad SAW terus ke 2.Siti Fathimah az-Zahra + Sayyidina Ali bin Abi Thalib — 3.Husain – 4.Ali Zainal Abidin — 5.Muhammad al Baqir — 6.Ja’far Shadiq — 7.Ali — 8.Muhammad — 9.Isa — 10.Ahmad Muhajir — Ubaidullah —Alwi — Abdurrahman — Ahmad — Abdullah — Ali — Muhammad — Abdullah — Muhammad — Ali — Nuhammad — Husen — Ali al Baqir — Ali Zainal Abidin — Muhammad Abdul Malik dan Raden Rahmat.
Versi keempat, berdasarkan silsilah Sunan Giri, sebagai berikut: dari Nabi Muhammad SAW ke Siti Fathimah az-Zahra + Sayyidina Ali bin Abi Thalib – Husain — Ali Zainal Abidin – Muhammad al Baqir — Ja’far Shadiq —Ali — Muhammad — Isa — Ahmad Muhajir — Ubaidullah —Alwi — Muhammad — Alwi — Ali Khaliq — Muhamad — Alwi — Ibrahim — Maulana Ishaq — Raden Rahmat.
Dari empat versi di atas, versi pertama, apabila diperhatikan dari nama, ada perbedaan sebutan nama-nama psds nomor urut keturunannya.
Silsilah lainnya ada empat versi lagi, semua tentang garis nasab Raden Rahmat atau Sunan Ampel dari Nabi Muhammad melalui Siti Fatimah.
Kendati dari berbagai versi itu ada perbedaan, namun pada akhirnya ada kesamaan, yakni keturunan terdekat Raden Rahmat adalah Ibrahim.
Gelar Raden
Biasanya, kalau penyebar agama Islam berasal dari Arab, ia sering dipanggil syekh. Sebagaimana panggilan untuk ulama besar di Sumatera, terutama di Minangkabau atau Sumatera Barat. Tetapi itu sama sekali tidak, pada Sunan Ampel dan beberapa sunan lainnya. Kecuali ada sebutan syekh untuk Syekh Maulana Malik Ibrahim dan Syekh Maulana Yusuf.
Berbagai sumber dan babad, semuanya menyatakan Sunan Ampel pada masa kecilnya bernama Rahmat.
Dalam riwayat berikutnya, setelah menempuh perjalanan panjang dengan menyeberangi samudera dan lautan, Rahmat datang pusat kerajaan Majapahit bersama adiknya Raja Pandhita alias Santri dan anak pamannya bernama Beureurah atau Burerah. Paman Rahmat atau ayah Burerah adalah Raja Cempa. Di keraton Majapahit mereka bertiga diterima sebagai keluarga kerajaan. Sebab, Rahmat dan Raja Pandhita alias Santri adalah kemenakan dari permaisuri Prabu Brawijaya yang bernama Dewi Murtiningrum atau dalam Babad Tanah Jawi – Galuh Mataram disebut Ratu Darawati.
Nah, saat berada di Majapahit inilah, mereka bertiga memperolah gelar “raden”, sehingga Rahmat menjadi Raden Rahmat, Raja Pandhita alias Santri menjadi Raden Santri dan Beureurah menjadi Raden Burerah.
Kemudian, Raden Rahmat sebagai ulama dan oleh Prabu Brawijaya diberi kesempatan untuk menguasai suatu wilayah di Surabaya, tepatnya di Ampel. Tidak hanya itu, dalam buku Oud Soerabaia (1931), karangan G.H.von Faber, halaman 288, disebutkan bahwa Raden Rahmat pindah bersama 3.000 keluarga pengikutnya (drieduizend huisgezinnen).
Thomas Stamford Raffles dalam bukunya The History of Java (1817), halaman 117 menulis kepindahan Raden Rahmad dari keraton Majapahit ke Ampel disertai 3.000 keluarga (three thousand families). Sementara itu menurut Babad Ngampel Denta, jumlah orang yang boyongan bersama Raden Rahmat ke Ampel Surabaya sebanyak 800 keluarga (sun paringi loenggoeh domas). “Domas” menurut S.Prawiroatmodjo dalam buku Bausastra Jawa – Indonesia (1981) artinya delapan ratus.
Jadi, pemberian gelar raden untuk Rahmat sehingga bernama Raden Rahmat, karena ia dianggap sebagai bangsawan dan perlu mendapat penghormatan. Bisa juga, karena dia sebelumnya bergelar asy-Syarif atau as-Syayyid yang merupakan ningrat Arab, tulis G.F.Pijper dalam “Beberapa Studi Sejarah Islam di Indonesia 1900-1950” terjemahan Tudjimah dan Yessi Augusdin (1984).
Berdasarkan padanan itu, lalu disejajarkanlah Rahmat dengan keturunan raja-raja Jawa, ia diberi gelar raden. Dengan adanya gelar raden itu, ia tidak lagi menjadi orang asing di sini. Apalagi dalam riwayat berikutnya, Raden Rahmat kawin dengan pribumi dan beranak-pinak sebagai “Orang Jawa”.
Sunan dan Wali
Setelah masa lalunya akrab dengan nama Raden Rahmat, kiprahnya dalam menyebarkan agama Islam dari Surabaya, terus berkembang ke seluruh Tanah Jawa. Raden Rahmat tidak sendiri, ia dibantu murid-murid dan anak-anaknya.
Sebagai guru besar agama Islam ia kemudian mendapat julukan “Suhun”. Dalam buku Javaansch-Nedherlansch Handwooenboek (1901) karya J.F.C Gerieke dan T.Roorda, disebutkan bahwa Suhun merupakan kata dasar dari Sunan. Nah, kemudian berubahlah panggilan suhun menjadi sunan. Karena menetap di Ampel, maka Raden Rahmat kemudian popular dengan sapaan Sunan Ampel.
Kata “wali”, berasal dari kalimat waliyullah atau wali Allah. Dalam tradisi Jawa, terutama kalangan orang-orang Islam, tulis Drs.H.Syamsudduha dalam Jejak Kanjeng Sunan (1999), “wali” tidak hanya sekedar sebutan, tetapi ada “roh” atau “geest” di dalamnya.
Sebutan wali di situ tidak bisa dilepaskan dari Al Quran, seperti terdapat dalam Surat Yunus ayat 62-64. Ayat itu mengandung makna wali Allah, ialah orang yang karena iman dan taqwanya tidak merasa takut, tidak mengenal sedih, selalu gembira atau senantiasa optimistik dalam perjuangan, karena yakin dengan janji Allah yang akan memberi kemenangan dan keberhasilan.
Perkembangan zaman dan semakin tumbuhnya kehidupan manusia, maka penyebaran Islam di Tanah Jawa semakin nyata. Sunan Ampel tidak lagi sendiri, tetapi ada delapan lagi penyebar agama Islam yang juga memperoleh gelar yang sama. Dari delapan orang yang bergelar Sunan, satu di antaranya dipanggil Syekh.
Sunan Ampel dengan tujuh Sunan dan satu Syekh ini disebut sebagai Wali yang sembilan atau Wali Sanga atau Wali Songo. Mereka adalah Sunan Ampel di Surabaya, Syekh Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri di Gresik, Sunan Drajat di Lamongan, Sunan Bonang di Tuban, Sunan Kalijaga di Demak, Sunan Muria di Gunung Muria, Sunan Kudus di Kudus dan Sunan Gunung Jati di Cirebon.
Museum Wali Songo
Masyarakat Surabaya patut bangga terhadap keberadaan Sunan Ampel. Betapa tidak, sebab dengan adanya kiprah masa lalu Sunan Ampel itu, mengangkat derajat Surabaya sebagai “Kota Relegius”. Kota yang peduli terhadap agama, khususnya Islam. Berkat kiprah Sunan Ampel dengan segala peninggalan sejarah yang dibuatnya, kini Surabaya dapat menjadi pusat sejarah Islam di tanah Jawa.
Sunan Ampel sebagai sunan yang “dituakan” di antara delapan Wali Songo lainnya, menjadi Surabaya sebagai pangkal kegiatan ziarah “Wali Songo”. Dan sudah umum, sebelum melakukan ziarah ke makam-makam Wali Songo, Masjid Agung Ampel dan makam Sunan Ampel dijadikan tempat start. Dari sini baru kemudian menuju ke Gresik, Lamongan, Tuban, Gunung Muria, Kudus, Demak dan finish di Cirebon.
Biasanya, kalau kita akan melakukan perjalanan jauh, maka di awal perjalanan kita membuat perencanaan tentang tujuan selanjutnya. Saat berada di tempat pemberangkatan awal, kita wajib mengetahui peta yang akan dituju kemudian. Artinya, untuk ziarah Wali Songo, ketika masih berada di strat makam Sunan Ampel, maka rencana kunjungan ke delapan wali lainnya sudah dipersiapkan. Bahkan, gambaran tempat yang akan dituju sudah ada di angan-angan.
Angan-angan tentang Wali Songo itu harus berada di Surabaya, bentuk angan-angan itu adalah suatu tempat yang mampu memberi gambaran ke depan. Jadi, apa yang dikatakan mantan Kepala Dinas Pariwisata Kota Surabaya, Drs.H.Muhtadi,MM sangat tepat.
Pemerintah Kota Surabaya, harus dapat menciptakan gambaran keseluruhan tentang Wali Songo itu dalam bentuk “Museum Wali Songo”. Dengan adanya gambaran yang diperagakan dan diinformasikan dari Museum Wali Songo, maka para wisatawan atau peziarah memperoleh bekal yang sangat berguna.
Museum Wali Songo di Surabaya harus mampu memberi gambaran masing-masing aktivitas ke sembilan wali itu.
Selain kiprah Sunan Ampel yang sudah banyak diungkap, di museum itu perlu digambarkan secara jelas tentang Syekh Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri di Gresik. Begitu pula dengan Sunan Drajat, Sunan Bonang, Sunan Muria, Sunan Kudus, Sunan kalijaga dan Sunan Gunung Jati.
Tentunya, apa yang digagas Muhtadi itu layak memperoleh dukungan dari petinggi Kota Surabaya, yakni Walikota Surabaya bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, perguruan tinggi serta masyarakat pencinta sejarah. Dengan kebersamaan semua pihak, insya Allah, gagasan tentang pendirian Museum Wali Songo di Surabaya dapat diwujudkan.

SUNAN AMPEL (seri 2)

Masyarakat sejarah sudah memastikan dan meyakini, bahwa Sunan Ampel memang bukan asli dari Jawa. Ada yang menyebut berasal dari Campa, Cina Selatan dan ada pula yang menyatakan berasal dari Arab. Kendati demikian, pada saat peringatan HUT ke-710 Kota Surabaya, ada peristiwa bersejarah yang terjadi Rabu, 28 Mei 2003. Masjid Muhammad Cheng Ho di Jalan Gading 2 Surabaya diresmikan oleh Menteri Agama RI. Saat upacara peresmian itu dari “bisik-bisik” terungkap kisah lain tentang asal-usul Sunan Ampel. Ia dikatakan berasal dari Cina atau keturunan Tionghoa.
 Sebelumnya diungkapkan asal-usul Sunan Ampel berdasarkan versi Babad Para Wali, Babad Tanah Jawi dan Babad Ngapeldenta. Ada lagi versi lain, versi “Babad Risakipun Majapahit Wiwit Jumenengipun Prabu Majapahit Wekasan Dumugi Demak Pungkasan” yang manuskrip aslinya disimpan di Reksopustoko, Solo.
Berbeda dengan versi sebelumnya, ada lagi versi lain tentang Sunan Ampel, versi Kronik Sam Po Kong, Semarang. Parlindungan dalam bukunya “Tuanku Rao”, terbitan Tanjung Pengharapan, menulis, bahwa Sunan Ampel keturunan Tionghoa atau Cina. Nama asli Sunan Ampel atau Raden Rahmat adalah Bong Swie Hoo, cucu dari Haji Bong Tak Keng dari Campa. Tahun 1447, Bong Swie Hoo di Tuban nikah dengan puteri Haji Gan Eng Tju yang pupular dengan panggilan Nyi Ageng Manila.
Sedangkan Slamet Muljana dalam buku “Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara” terbitan Bhatara, Jakarta, 1968 halaman 103, mengidentifikasikan Haji Gan Eng Tju sebagai Arya Teja.
Berita tentang orang-orang Cina Muslim yang menetap di Jawa, pertama kali diberitakan oleh Ma Huan. Ia berkunjung ke Jawa tahun 1407 dalam suatu rombongan utusan kaisar Tiongkok ke Asia Tenggara. Kisah ini dibukukan dengan judul Yeng-yei Sheng-lan (Catatan umum tentang pantai dan samudera raya).
Berdasarkan data ini, diungkap bahwa Sunan Ampel berdarah Cina, maka dugaan tersebut dikuatkan oleh gambar Sunan Ampel yang disimpan di Amsterdam. Gambar itu ditemukan oleh Lembaga Riset Islam Pesantren Luhur Malang, direproduksi oleh Panitia Lustrum ke-2 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel, 5 Juli 1975.
Kunjungan Cheng Ho ke Asia Tenggara, diduga sebagai salah satu sebab banyaknya saudagar Cina berimigrasi secara besar-besaran ke berbagai negeri di Asia Tenggara ini, termasuk Indonesia. Di antaranya menetap di Surabaya.
Dua peneliti Bangsa Belanda, De Graaf dan Pigeaud menulis, masyarakat Islam yang ada di Gresik dan Surabaya, banyak yang berasal dari Cina, khususnya Hindia Belakang atau Indo Cina. Nama wilayah yang terkenal waktu itu adalah Campa. Pada waktu dinasti Yuan dan Ming berkuasa di Cina, Campa berada di Provinsi Yunnan. Penguasa terkenal di wilayah ini, tulis Drs.H.Sjamsudduha dalam buku Jejak Kanjeng Sunan, Perjuangan Walisongo (1999) adalah Say Dian Chih.
Campa tahun 1471 dikuasai oleh orang Annam atau Vietnam, kecuali satu daerah yang bernama Pandurangga. Dalam ekspedisinya, Cheng Ho juga sering kali singgah di Campa. Tetapi, Buya Hamka dalam bukunya “Sejarah Umat Islam” penerbit Nusantara, Bukittinggi, menegaskan bahwa Sunan Ampel atau Raden Rahmat bukan berasal dari Campa, Indo Cina, melainkan dari Cempa atau “Jeumpa” di Aceh.
Hingga sekarang “Jeumpa” itu masih ada di Aceh, sebagai nama kecamatan dengan ibukota Bireun, Kabupaten Aceh Utara.
Sebenarnya kisah dan cerita tentang Sunan Ampel ini masih banyak, tetapi tidak sama. Masing-masing punya versi sesuai dengan sumber yang diteliti. Kendati demikian, sebagai obyek wisata suci (ziarah), sangat layak masalah Sunan Ampel ini ditelusuri lebih teliti lagi.
Peninggalan Sunan Ampel terdapat di kawasan Ampel, selain ada masjid Agung dan komplek makam Sunan Ampel, juga terdapat puluhan makam pengikutnya.
Kembang Kuning
Salah satu peninggalan lain Sunan Ampel adalah Masjid Rahmat di daerah Kembang Kuning, Surabaya. Konon ceritanya, saat Raden Rahmat mendapat restu dari Prabu Brawijaya untuk tinggal di Ngampeldenta, Surabaya. Sebelum sampai di tujuan, ia sempat beristirahat dan tinggal di daerah Kembang Kuning.
Selama berada di Kembang Kuning, Raden Rahmat mendirikan rumah dan masjid. Ada yang mengindentikkan perjalanan Raden Rahmat dari pusat kerajaan Majapahit ke Ngampeldenda, seperti Nabi Muhammad hijrah dari Mekah ke Madinah. Di mana, Rasulullah Muhammad SAW, sebelum sampai di kota Madinah berhenti dulu dan tinggal di Quba. Di kota yang jaraknya sekitar 5 kilometer dari Madinah itu, nabi membangun masjid pertama, yakni Masjid Quba.
Sedangkan Raden Rahmat sebelum sampai di Ngampeldenta, singgah dan membangun masjid di Kembang Kuning. Sampai sekarang masjid peninggalan Raden Rahmat itu masih ada di Kembang Kuning yang diberi nama Masjid Rahmat. Letaknya, juga sekitar 5 kilometer dari daerah Ampel.
Tidak hanya itu, di Kembang Kuning ini menurut naskah Badu Wanar dan naskah Drajad, tarikh Auliya, halaman 6, disebutkan bahwa Raden Rahmat sempat menikah dan dua anaknya dari perkawinan itu lahir di sini. Keduanya puteri, yakni: Dewi Mustasiyah dan Dewi Murtasimah.
Versi lain menyebut, waktu itu Raden Rahmat dengan isteri pertama mempunyai delapan orang anak, yaitu: Sunan Bonang, Sakban Gunung Muria alias Pangeran Sobo, Maulana Joko Lor Sunan Kudus, Dewi Murtasiyah, Nyi Ageng Maloko, Maulana Zainuddin Penghulu Demak, Maulana Hasyim Sunan Drajad dan Maulana Abdul Jalil alias Asmara Jepara.
Satu versi lagi menyatakan, bahwa waktu bersiteri dengan wanita dari Kembang Kuning, Raden Rahmat mengumpulkan dua isterinya dalam satu rumah. Dengan dua isteri itu Raden Rahmat mempunyai tujuh orang anak, yakni: Siti Murtasimah, Siti Syari’ah, Sunan Bonang, Sunan Drajad, Siti Muthmainnah, Siti Murtasiyah dan Siti Hafsyah.
Kecuali versi-versi di atas, ada pula versi lain yang mengungkap Raden Rahmat mempunyai tiga isteri, masing-masing: Nyi Ageng Manila, Nyi Ageng Bela (kemenakan Arya Teja) dan seorang lagi tidak diketahui namanya. Dari isteri pertama punya empat anak, yaitu: Sarifuddin, Makdum Ibrahim, Nyi Ageng Maloko, dan seorang puteri yang dinikahkan dengan Sunan Kalijaga. Dengan isteri kedua, punya dua anak: Hasyim Syahib Drajad dan Muthmainnah. Dari isteri ketiga, empat orang anak, yakni: Murtosiyah, Ratu Asyiqah, Alawiyah (Ibu Danang) dan Maulana Hasanuddin.
Mbah Bungkul
Warga Kota Surabaya pasti mengenal nama Mbah Bungkul. Makamnya terletak di Jalan Raya Darmo, tepatnya di Jalan Progo. Di sana ada tanah lapang yang lazim disebut Taman Bungkul. Sedangkan makam Mbah Bungkul berada di bagian timur taman yang dipagari, serta terlindung di balik tembok. Selain makam Mbah Bungkul, di sana juga ada beberapa makam keluarga dan pengikutnya.
Para penziarah yang berkunjung ke Masjid Agung Ampel dan makam Sunan Ampel, tidak jarang juga melakukan perjalanan ritual berkesinambungan ke Makam Mbah Bungkul.
Nah, apa hubungan Sunan Ampel dengan Mbah Bungkul? Ternyata, Mbah Bungkul adalah besan Sunan Ampel.
Sahibul hikayat, Mbah Bungkul semula bernama Ki Ageng Supa. Sewaktu masuk agama Islam, namanya diganti menjadi Ki Ageng Mahmuddin. Ia mempunyai seorang puteri bernama Siti Wardah.
Suatu hari, Ki Ageng Mahmuddin berkeinginan menikahkan puterinya. Namun ia belum mendapatkan jodoh. Untuk mencari jodoh puterinya itu, Ki Ageng Mahmuddin bernazar melakukan sayembara. Uniknya, sayembara itu tidak terbuka, tetapi hanya diungkapkan dalam hati Ki Ageng Mahmuddin.
Ki Ageng Mahmuddin menghanyutkan satu buah delima ke Kalimas (Mungkin, di pinggir sungai dekat Jalan Darmokali sekarang). Ketika melemparkan delima itu ia mengucapkan nazarnya, siapa yang menemukan buah delima itu, kalau ia laki-laki, maka akan diambil menjadi menantu yang akan dinikahkan dengan Dewi Wardah.
Kebetulan di bagian hilir sungai Kalimas (ya, kira-kira dekat Jalan Pegirian sekarang), seorang santri Sunan Ampel yang sedang mandi menemukan buah delima itu. Si santri menyerahkan buah delima itu kepada gurunya, Sunan Ampel. Oleh Sunan Ampel buah delima itu disimpan.
Besoknya, Ki Ageng Mahmuddin menelusuri bantaran Kalimas. Sesampainya di pinggiran Kalimas dekat Ngampeldenta, ia melihat banyak santri mandi di sungai. Ada keyakinan Ki Ageng Mahmuddin, bahwa yang menemukan buah delima itu adalah salah satu di antara santri Sunan Ampel.
Tanpa pikir panjang, Ki Ageng Mahmuddin menemui Sunan Ampel. Ia bertanya kepada Sunan Ampel, apakah ada dari santrinya yang menemukan buah delima yang hanyut saat mandi di Kalimas? Sunan Ampel menjawab ada, bahkan delima itu ia yang menyimpannya setelah diserahkan oleh seorang santri. Ki Ageng lalu mengungkapkan tentang nazarnya itu kepada Sunan Ampel.
Sunan Ampel lalu mengatakan, santri yang menemukan buah delima itu bernama Raden Paku. Maka sesuai dengan nazarnya, ia minta kepada Sunan Ampel untuk sudi memperkenalkan laki-laki itu kepadanya dan sekaligus diizinkan untuk dinikahkan dengan anaknya, Dewi Wardah.
Sunan Ampel tidak dapat menolak, karena nazar wajib untuk dilaksanakan. Maka disetujuilah pernikahan Raden Paku dengan Dewi Wardah.
Ada keunikan dalam cerita ini, ternyata pada hari yang ditetapkan itu, sebenarnya Sunan Ampel juga menikahkan puterinya Dewi Murtasiyah dengan Raden Paku. Jadi, pada hari yang sama, Raden Paku menikah dengan dua wanita. Pagi hari dengan Dewi Murtasiyah anak Sunan Ampel dan petang harinya dengan Dewi Wardah anak Ki Ageng Mahmuddin alias Mbah Bungkul.
Begitulah ceritanya, karena ada keterkaitan antara Ki Ageng Mahmuddin yang juga dipanggil Mbah Bungkul itu dengan Sunan Ampel dalam hubungan “perbesanan”, maka para penziarah ke kawasan Ampel, juga menyempatkan diri berziarah ke makam Mbah Bungkul.